Senin, 25 Mei 2015

Kembangkan Mobil Tanpa Sopir, Ford Rambah Lembah Silikon

Ford Motor Company membuka pusat pengembangan dan penelitian untuk menghasilkan teknologi tinggi yang akan ditanam di mobil buatannya di Lembah Silikon. Tak kurang dari 125 peneliti bakal direkrut untuk menyokong upaya meningkatkan daya saing produk.
Seperti dilansir laman CNN, Jumat (23/1/2015), pabrikan asal Detroit, Amerika Serikat, itu mengatakan, persaingan teknologi otomotif akan semakin kompleks. Sementara, semua teknologi anyar itu berbasis pada komputer.

Salah satu ajang persaingan teknologi mobil itu aadalah konektivitas dan perintah suara. Kini, Ford tengah berikhtiar keras untuk terus melakukan penyempurnaan terhadap dua teknologi yang telah digunakannya di beberapa model Ford itu.

Bahkan, Ford juga berupaya untuk mengembangkan teknologi yang kini tengah menjadi tren di kalangan pabrikan mobil yakni mobil tanpa sopir alias mobil otonom. Pabrikan ini ingin menciptakan teknologi mobil itu yang jauh lebih baik.

Ford berniat merekrut 125 orang peneliti, insinyur, dan ilmuwan untuk bekerja di pusat penelitiannya yang berada di Palo Alto, pada khir tahun ini.

Produsen mobil itu juga akan menggandeng Stanford University – sebuah universitas yang juga berada di Palo Alto – dalam melakukan penelitian dan pengembangan teknologi itu.

Sejatinya, Ford telah memiliki kantor kecil di Palo Alto sejak 2012 lalu. Begitu pun dengan pabrikan kondang lainnya seperti General Motors, Tesla, Nissan, Honda, Volkswagen dan lain-lain juga telah memiliki lembaga Riset dan Pengembangan di Palo Alto.

Rabu, 20 Mei 2015

Mobil Tua Bayar Pajak Lebih Mahal, Ini Komentar Garansindo

Pemerintah Kota DKI Jakarta memiliki wacana untuk membatasi kendaraan bermotor di Ibukota Indonesia ini. Mobil berusia 10 tahun direncanakan akan dinaikkan pajaknya.

Tapi, PT Garansindo Inter Global selaku Agen Pemegang Merek (APM) Jeep, Fiat dan Chrysler tidak ingin berkomentar banyak mengenai kebijakan ini. Sebab, keputusan ini belum final.

"Sebenarnya ini terlalu dini. Kan belum diputuskan," sebut Chief Executive Officer PT Garansindo Inter Global Muhammad Al Abdullah saat ditanya soal wacana ini.

Meski begitu, pria yang akrab disapa Memet ini menjelaskan, pihaknya akan tetap mendukung semua kebijakan pemerintah. Selama tujuannya baik, Garansindo tidak akan menolak keputusan pemerintah itu.

"Selama tujuannya positif ya why not. Kita mendukung pemerintah selama tujuannya baik," kata Memet.

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) siap mengkaji pembatasan usia mobil pribadi yang melintas di jalanan Ibukota. Ia juga menyoroti seputar pajak progresif kendaraan.

"Kita maunya usianya. Tapi usia pun nggak gampang kita mesti teliti. Singapura pembatasan usia bukan 10 tahun dihancurin, 5 tahun. Kalau kamu mau pakai yg tua itu hitungan pajaknya lebih mahal," ujar Ahok, Senin (19/1/2015).

"Kita mulai melakukan pembatasan kami beli kena pajak progresif. Kamu kalau beli mobil kita sesuaikan dengan pajak mobil, NPWP kamu sesuai nggak. Kamu beli mobil Rp 1 miliar bayar pajak Rp 2 juta kan kurang ajar. Model itu yang kami lakukan," lanjutnya.

Tak hanya pembatasan usia mobil, upaya Ahok untuk mengurangi kemacetan di Jakarta juga dilakukan dengan cara menerapkan sistem jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP) serta penyesuaian tarif parkir berdasarkan zonanya.

"Sekarang pembatasan kita makanya kita setel ERP. Parkir kita setel per zonasi semakin ke tengah semakin mahal," ujar Ahok.

Jumat, 15 Mei 2015

Ini Bocoran Harga Jeep Termurah

Varian terbaru Jeep Renegade memang belum resmi dipasarkan, namun harga Sport Utility Vehicle (SUV) berukuran kompak itu telah diketahui karena sudah bocor ke kalangan media.
Menurut bocoran itu, Renegade anyar itu dibanderol mulai US$ 17.995 atau sekitar Rp 221,34 juta.

Seperti dilansir Auto Guide, Jumat (23/1/2015), bocoran itu bersumber dari sebuah video rekaman wawancara dengan Chief Executive Officer Jeep, Mike Manley, beberapa waktu sebelumnya.

Tayangan itu sudah kadung bocor, meski telah dihapus, karena semestinya belum boleh beredar.

Dalam tayangan itu disebut harga tersebut sudah termasuk dan bisa juga belum meliputi ongkos kirim. Hal itu tergantung jarak tempat pengiriman yang dituju. Umumnya, ongkos pengiriman di Jeep sebesar US$ 995 atau sekitar Rp 12,24 juta.

Varian paling gres dari Renegade itu ditawarkan dalam empat tipe, yakni Sport, Latitude, Limted, serta Traihawk.

Kecuali tipe Trailhawk, tipe Renegade itu menggunakan sistem penggerak dua roda. Jika ingin mendapatkan sistem penggerak empat roda, pembeli harus merogoh kocek sebesar US$ 2.000 atau sekitar Rp 24,6 juta.

Minggu, 10 Mei 2015

Mitsubishi Ingin Kuatkan Mobil Penumpang

PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) selaku Agen Pemegang Merek (APM) Mitsubishi di Indonesia terus membuktikan keseriusannya di pasar otomotif nasional. Buktinya, KTB akan membangun pabrik baru yang direncanakan mulai beroperasi pada tahun 2017 mendatang.
Operating GM of MMC, Marketing Division PT KTB, Duljatmono menuturkan, pabrik tersebut akan difokuskan untuk memproduksi mobil Low Multi Purpose Vehicle (LMPV). Target penjualan disegmen ini juga cukup tinggi, yakni 60.000 unit per tahun untuk pasar domestik dan 20.000 unit per tahun untuk pasar ekspor.

"Kita ingin memperkuat pasar mobil penumpang Mitsubishi di Indonesia," kata pria yang akrab disapa Momon di sela-sela acara Media Touring New Mirage dan Mirage Sport di Bandung, Jawa Barat.

Menurut Momon, sebenarnya keseriusan KTB memperkuat segmen mobil penumpang sudah dibuktikan sejak KTB meluncurkan Pajero Sport pertama kali tahun 2008 silam.

"Kita akan terus kembangkan segmen mobil penumpang ini sampai nanti di tahun 2017 mendatang saat kami mulai menjual LMPV," tuntasnya.

Selasa, 05 Mei 2015

Harga BBM Naik-Turun Pengaruhi Penjualan Mobil?

Sekarang ini harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia akan naik-turun sesuai dengan harga minyak dunia. Dengan peraturan yang baru diterapkan di Indonesia itu, apakah mempengaruhi penjualan mobil?
Head of MMC & MFTBC PR Department PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) Intan Vidiasari penurunan atau kenaikan penjualan sebenarnya bukan hanya dipengaruhi oleh harga BBM, tapi juga banyak hal.

Menurut Intan, dengan kondisi yang seperti sekarang ini belum ada dampak penurunan penjualan. Apalagi naik-turunnya harga BBM terbilang cukup cepat, bisa 2 minggu hingga setiap 1 bulan sekali.

"Kalau harga BBM terus stay mungkin akan berasa. Tapi ini naik-turunnya cepat sehingga tidak berpengaruh terhadap penjualan," kata Intan di sela-sela acara Media Touring New Mirage dan Mirage Sport di Bandung, Jawa Barat.

Intan melanjutkan, seperti beberapa waktu lalu yang BBM tiba-tiba naik dan bertahan di beberapa bulan, itu baru berdampak pada penjualan meski tidak terlalu signifikan.

"Untuk ke depannya juga tidak tahu akan seperti apa. Sekarang naik-turunnya terlalu dekat, jadi belum bisa terdeteksi dari retail kita ada kenaikan atau penurunan," tuntasnya.

Sabtu, 25 April 2015

BMW Dapuk Mantan Eksekutif Audi Pimpin Merek MINI

Produsen mobil mewah BMW mengangkat mantan eksekutif Audi, Sebastian Mackensen, sebagai kepala merek MINI. Tahun ini BMW memang berupaya keras untuk mendongkrak penjualan MINI setelah tahun lalu hanya naik tipis.

Seperti dilansir Automotivenews, Jumat (23/1/2015) penjualan MINI di pasar global sepanjang 2014 lalu hanya sebanyak 302.183 unit. Jumlah itu naik tak lebih dari 1 persen.

BMW memang tengah mati-matian untuk mengatrol keuntungan jangka panjang MINI. Manajemen merek mobil kecil mewah yang dibuat di Inggris itu akan menghentikan penjualan tiga varian MINI yang dianggap lambat.

Ketiganya adalah MINI coupe, roadster, serta Paceman. Selanjutnya MINI akan berkonsentrasi kepada penjualan model hatchback tiga dan lima pintu.

Adapun Mackensen akan menggantikan John Goller, yang mengepalai merek MINI sejak 2013 lalu. Sementara Goller akan dioper ke Tiongkok untuk mengepapalai penjualan dan pemasaran BMW Brilliance, perusahaan patungan BMW dan perusahaan lokal.

Sebelumnya, Goller sempat berkiprah di bidang itu di Negeri Tirai Bambu tersebut. Itu dilakoninya sebelum ditarik ke Eropa untuk mengepalai MINI.

Senin, 20 April 2015

Fiat Chrysler Andalkan Renegade dan Fiat 500x

Penjualan produk Fiat-Chrysler Automobiles (FCA) sepanjang tahun lalu meningkat 7 persen. Mobil yang terdiri dari Fiat, Jeep, dan lain-lain besutan beberapa pabrikan di bawah payung grup itu terjual 4,75 juta unit.

Seperti dilansir Automotivenews, Jumat (23/1/2015), Chief Executive Officer Fiat-Chrysler, Sergio Marchionne mengatakan, dengan capaian itu, maka target penjualan 7 juta unit pada 2018 bukanlah sesuatu yang mustahil untuk dicapai.

Untuk tahun ini, kata Marchionne, grup itu mematok target penjualan 5 juta unit. Pabrikan juga tengah menggelontorkan investasi baru senilai US$ 55 miliar atau sekitar 676,5 triliun.

Dana itu selain digunakan untuk memproduksi model anyar, juga untuk kegiatan penelitian dan pengembangan, serta pengembangan teknologi baru. Maklum, tahun ini saja, 20 model baru bakal digelontorkan ke pasar, termasuk Jeep Renegade dan Fiat 500X.

Sementara, Richard Hilgert, seorang analis di Chicago di Morningstar Inc, mengatakan pasar Amerika Serikat mermberikan sumbangan lebih dari setengah dalam penjualan Fiat Chrysler.

Sedangkan Tiongkok dan Amerika Selatan diharapkan bisa mendongkrak penjualan tahun ini dengan hadirnya generasi anyar Jeep Renegade dan Fiat 500X.

Kedua mobil ini juga akan diluncurkan di Indonesia pada akhir tahun ini.